BERMUSIK UNTUK MENYAMPAIKAN KRITIK DAN MENUNTUT KEADILAN
BERITA BISING
fadhel
6/22/20251 min read


Band asal Malang, Cosmo, hadir dengan genre heavy hardcore untuk menyuarakan kritik sosial terhadap pemerintah dan praktik senioritas yang dinilai tidak manusiawi. Lewat karya musiknya, Cosmo memilih jalur distorsi dan energi sebagai bentuk perlawanan di tengah kondisi negara hukum yang mereka anggap masih jauh dari kata adil.
Amarah Cosmo Meledak Lewat “Exorbitant
Amarah Cosmo pertama kali meledak lewat single perdana berjudul Exorbitant. Lagu itu menjadi pembuka bagi band ini untuk menyampaikan keresahan terhadap oknum-oknum yang dianggap menyalahgunakan kekuasaan. Lirik dan aransemennya dirancang penuh tekanan, mencerminkan kemarahan terhadap ketidakadilan yang terus terjadi di lingkungan sosial maupun birokrasi.
Hingga saat ini, Cosmo sudah merilis tiga lagu dengan tema serupa. Mereka akan terus bersuara selama oknum-oknum tersebut masih ada dan masih merugikan masyarakat. Bagi mereka, sikap oknum pemerintah dan senioritas itu sangat tidak manusiawi dan tidak ada empati.
Penyampaian Suara Lewat Distorsi
Dukungan dari komunitas heavy hardcore membuat Cosmo semakin percaya diri untuk memperluas jangkauan. Band ini sudah mulai bermain di luar kota Malang dan merangkul lebih banyak penikmat musik yang sepemikiran. Mereka berharap, melalui panggung-panggung tersebut, pesan perlawanan terhadap oknum bisa tersebar lebih luas dan menggugah kesadaran kolektif.
Cosmo juga berencana merilis karya baru pada akhir tahun 2026. Materi lagu yang sedang disiapkan masih mengusung tema sama: teriakan amarah terhadap oknum. Bagi Cosmo, selama ketidakadilan masih ada, selama itu pula mereka akan terus bersuara lewat musik.
Dengan semangat Cosmo ingin membuktikan bahwa musik bukan hanya hiburan, tetapi juga alat kritik. Di tengah derasnya distorsi gitar dan pukulan drum, mereka ingin masyarakat sadar bahwa diam bukanlah pilihan ketika keadilan diinjak-injak.
