Kumpulan Lagu Sore yang Menjadi Soundtrack Film Indonesia

GEMURUHAPAAN TUNES?

5/28/20262 min read

Foto: Sore Live at Krapela / Sumber: @sorezeband

MALANG - Nama band Sore barangkali sudah tak asing lagi ditelinga penikmat musik indie tanah air. Dengan warna musik yang khas, dengan gabungan pop, jazz, dan sentuhan retro 70-an.

Sore berhasil mengukir tempat tersendiri di hati pendengar. Tak hanya meramaikan industri musik, karya-karya Sore juga menjelma menjadi nyawa tambahan dalam dunia perfilman Indonesia.

Selama lebih dari dua dekade, lagu-lagu Sore menjadi pilihan utama para sutradara untuk menghadirkan nuansa emosional yang kuat dalam film. Tak jarang, alunan lembut dan lirik puitis dari Sore mampu menghidupkan adegan dan memperdalam karakter.

Berikut deretan lagu Sore yang pernah menjadi soundtrack film, sekaligus bukti betapa musik mereka menyatu dalam narasi visual.

"Funk The Hole" – Janji Joni (2005)
Lagu ini membawa nuansa funk-retro yang ceria, sangat cocok dengan film Janji Joni (2005) yang bertema ringan dan mengangkat kisah petualangan pengantar rol film. Irama upbeat-nya menggambarkan semangat dan dinamika urban Jakarta.

"Ernestito" – Quickie Express (2007)
Dengan warna musik yang playful dan eksentrik, "Ernestito" memperkuat nuansa komedi satir film ini. Lagu ini menjadi pelengkap suasana absurd dan lucu dari kisah tiga gigolo Jakarta yang disajikan dengan gaya sinis dan jenaka.

"Senyum dari Selatan" – Perempuan Punya Cerita (2008)
Lagu ini bernuansa lembut dan kontemplatif. Dalam film omnibus tentang kisah perempuan dari berbagai daerah Indonesia, lagu ini memberi sentuhan emosional yang memperkuat sisi kemanusiaan dalam narasi.

"Ada Musik di Dalam" – Kala (2007)
Suasana misterius dan eksperimental dari lagu ini sangat mendukung atmosfer noir-thriller film Kala (2007) karya Joko Anwar. Musik ini seperti gema batin tokoh utama yang berada dalam situasi gelap dan penuh teka-teki.

"Ssssst.." – Giila Jiwa (2015)
Lagu ini membawa kesan sunyi, intim, dan sedikit ganjil—cocok dengan tema psikologis yang diangkat dalam dokumenter Gila Jiwa, yang menyelami kondisi kesehatan mental dan suara-suara yang tak terdengar di masyarakat.

"Bogor Biru" – Modus Anomali (2012)
Lagu ini menciptakan ironi yang menarik: alunan yang tenang dan melankolis hadir di tengah film thriller penuh ketegangan. "Bogor Biru" seakan menjadi momen hening yang menggugah rasa asing dan keterasingan.

"Merintih Perih" – 13 Bom di Jakarta (2023)
Lagu ini menambah lapisan emosi yang kuat dalam film yang penuh aksi dan ketegangan. Judul dan liriknya mencerminkan duka, kehilangan, dan rasa sakit yang terkait dengan kekerasan dan teror.

"Pergi Tanpa Pesan" – Gadis Kretek (2023)
Lagu ini hadir sebagai penutup emosional dalam serial Gadis Kretek, menghadirkan rasa kehilangan, perpisahan, dan kenangan yang mengendap. Lirik puitisnya memperdalam kesan nostalgia dan cinta yang tak sempat tuntas

Foto: Sore Ze Band / Sumber: Indonesia Is Creative

Get in touch

riuhmagazine@gmail.com