Lakuna Siap Debut Album Epiprolog, Album yang Mengajak Kamu Melewatkan Siklus Hidup Dari Gelap ke Terang.

GEMURUH

6/12/20261 min read

Foto: Hati & Logika/ Sumber: @story.of.lakuna

Kalau kamu pernah merasa hidup seperti di titik paling bawah, tidak tahu ke mana. Entah, kenapa tetap berjalan juga mungkin kamu memang sudah menunggu album ini, bahkan sebelum kamu tahu album ini ada.

Band alternative rock asal malang, Lakuna akan melirik album bedana mereka bertajuk Epiprolog pada Juli 2026. Dan berdasarkan cerita yang mulai merembes ke permukaan, ini buan sekedar kumpulan lagu. Ini lebih ke perjalanan.

Sedikit yang bisa di spill sekarang di Epiprolog ada siklus hidup yang mengalir mulai dari gelap, perlahan bergerak menuju terang.” Bayangkan seperti kamu membuka album, di titik paling kelam lalu dituntun pelan-pelan sampai akhirnya bisa bernafas lagi.

"Lakuna juga merecanakan showcase khusus untuk Epiprolog, supaya kedepan bisa merasakan langsung bagaimana rasanya berjalan dari titik paling bawah sampai akhirnya bisa bernafas lega."

Konsep semacam ini tidak banyak dijumpai di rilisan lokal. Biasanya album-album kumpulan lagu yang bagus-bagus, selesai. Tapi lakuna sepertinya punya niat yang lebih dari itu mereka mau kamu merasakan sesuatu dari awal sampai akhir, seperti baca buku mau kamu tutup sebelum halaman terakhir.

Selum album ini penuh turun, Lakuna sudah kasih umban lewat single “Hati dan Logika” yang diliris pada 15 Mei 2026. Dan kalau single ini menjadi gambaran awal soal Epiprolog maka album ini seperti bakal berat dalam artian yang paling baik.

Lagu ini lahir dari pengalaman yang sang drummer, Eduward Bate, yang pernah melawati fase kehilangan awah, terjebak di antara apa yang ia rasakan dan apa yang bisa ia nalar. Sesuatu yang familiar banget buat siapa pun yang pernah overthingking sampai lupa caranya tenang

Secara musikan, “Hati dan Logika” dibangun dengan petikan gitar dan lapisan piano yang intim hasilnya adalah nuansa yang dingin, sunyi dan reflektif. Duduk sendirian dikamar jam 2 pagi sambil berbicara dengan diri sendiri. Vokal latar yang muncul di beberapa bagian makin memperkuat emosi ragu, kalah, dan penerimaan yang tumbuh perlahan di dalamnya.

Kalau kamu tipr pendengar yang suka musik dengan lapisan emosi yang bisa kamu kupas satu persatu, tandai kalender untuk Juli. Epiprolog sepertinya bukan album, yang akan selesi kamu dengarkan hanya dalam satu putaran.

Get in touch

riuhmagazine@gmail.com